Dalam sambutannya, Bupati Kediri menyampaikan bahwa tahun 2025 penuh tantangan, termasuk menjaga toleransi dan ketahanan moral generasi muda. Beliau menyoroti pentingnya kepedulian bersama, mengingat masih adanya keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi anarkis.
Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, juga mengajak pengurus gereja dan jemaat untuk terbuka menyampaikan kebutuhan selama perayaan Natal, seraya menegaskan bahwa situasi keamanan di Kabupaten Kediri hingga kini terpantau kondusif. Turut disampaikan bahwa malam pergantian tahun tidak diisi pesta kembang api, melainkan do’a bersama dan istighosah.
“Pergantian tahun ini kami isi dengan doa bersama dan istighosah. Ini sebagai bentuk empati dan ikhtiar bersama agar Kabupaten Kediri tetap aman, tenteram, sekaligus mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Mas Dhito.








