Meskipun memakai alat transportasi berupa Jeep, namun untuk menuju lokasi TPS harus berjalan kaki.
“Kendaraan Jeep hanya sampai lokasi di bawah, untuk ke sini harus pakai motor atau jalan kaki,”ujar Kapolres Jember di Bandialit.
Selain itu di lokasi tersebut kondisi terpencil dan minimnya infrastruktur menyulitkan jangkauan sinyal komunikasi HP dan juga listrik.
Dengan menggunakan sumber daya yang tersedia di sekitar, seperti panel surya atau mesin diesel, upaya dilakukan untuk menjamin tersedianya listrik yang cukup bagi kelancaran proses pemungutan suara.
Untuk mencapai lokasi TPS yang lebih terpencil, Kapolres dan rombongan memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, dimana nantinya pendistribusian logistik akan menggunakan tenaga kuda.








