Dalam arahannya, Irjen Pol. Mardiyono mengapresiasi keberhasilan warga Desa Wonoasri yang mampu mempertahankan situasi keamanan tanpa adanya gangguan kamtibmas yang menonjol. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Satkamling di Desa Wonoasri layak diusulkan sebagai peserta penilaian Satkamling tingkat nasional.
“Satkamling bukan sekadar pos ronda, tetapi menjadi pusat kebersamaan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Jika harkamtibmas dapat dipelihara dengan baik melalui peran aktif masyarakat, maka potensi terjadinya tindak pidana dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, penilaian Satkamling dilakukan secara objektif, termasuk melalui pemantauan langsung maupun video call sewaktu-waktu untuk memastikan aktivitas petugas jaga berjalan secara nyata.
Selain itu, Kakorbinmas menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat. Ia meminta setiap Bhabinkamtibmas aktif membangun komunikasi dengan warga dan minimal bertemu tiga warga setiap hari guna menyerap aspirasi serta menyelesaikan persoalan sejak dini.
Irjen Pol. Mardiyono juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara tiga pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintah desa, dalam menciptakan keamanan lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi yang baik menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas kamtibmas.








