Suradi bahkan menanyakan identitas wartawan yang menghubunginya dengan nada yang terkesan mengancam.
“Njenengan namine sinten mas, njenengan jangan sok jadi pahlawan (kamu namanya siapa mas),” ketus Suradi dalam pesan WhatsApp-nya.
Padahal, sebelumnya jurnalis/ wartawan sudah menghubungi Kepala Desa Tumbal terkait dengan informasi ini dan tidak ada janji mengenai pengajuan bantuan ke dewan. Jurnalis/ wartawan hanya bermaksud menyampaikan kondisi Suhadi sebagai berita tanpa ada niatan lain.
Peristiwa ini mengundang perhatian publik dan menambah sorotan terhadap perlunya perhatian lebih dari pemerintah terhadap warganya yang membutuhkan bantuan.








