Sementara itu, perangkat Desa Wedoro, Jaimin, menjelaskan bahwa ambrolnya jembatan disebabkan meningkatnya debit air sungai akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir. Aliran air yang deras menggerus struktur tanah di sekitar jembatan hingga akhirnya merusak bangunan. “Air dari selokan permukiman warga menuju ke sungai, sehingga debit meningkat dan tanah tergerus, menyebabkan jembatan ambrol,” jelasnya.
Jaimin berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar jembatan kembali aman digunakan. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga di tiga kabupaten yang bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.








