“Dengan ketersediaan yang lebih besar dari kebutuhan, Lamongan mengalami surplus beras bulan ini, sesuai proyeksi neraca pangan DKPP Lamongan,” ungkapnya.
Surplus tersebut akan dijadikan stok untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan beras saat Ramadhan, yang biasanya digunakan untuk zakat, santunan, dan berbagai tradisi menyambut bulan suci.
“Permintaan beras biasanya meningkat saat Ramadhan untuk memenuhi kebutuhan zakat dan tradisi seperti megeng dan ketupat lebaran yang masih aktif dilakukan di Lamongan. Tradisi meneng dimulai lebih awal, namun puncaknya biasanya terjadi H-7 puasa,” tambah Bahrudin.








