Dalam sesi pelatihan, peserta dilatih untuk mengidentifikasi luka, menangani cedera serius, hingga memberikan dukungan psikologis kepada korban – sebuah aspek yang sering diabaikan tetapi sangat penting dalam situasi darurat.
Kegiatan ini juga mencakup simulasi kehidupan nyata, memberikan pengalaman praktis yang mendalam kepada setiap anggota untuk mempersiapkan mereka menghadapi skenario sesungguhnya.
“Kesiapan mental dan fisik anggota menjadi prioritas kami dan dengan pelatihan ini, mereka akan lebih percaya diri dan mampu merespon insiden dengan cepat dan tepat,” ujar AKBP Arif Fazlur Rahman, Jumat (6/12).
Selain meningkatkan keterampilan individu, pelatihan ini juga bertujuan memperkuat kerja sama tim di antara personel.








