“Betul, karena mereka sudah penduduk asli dan berdomisili di dusun setempat, jadi tidak perlu mengurus domisili,” jelasnya.
Proses seleksi ini mendapat apresiasi positif dari peserta. Salah satu peserta yang mendaftar sebagai Kasun Banjar, Rahmat, menilai pelaksanaan ujian sudah sangat terbuka.
“Transparan, jujur. Dari awal sudah kelihatan tidak ada isu atau gerak-gerik mencurigakan. Saya kira ini sudah jujur, apalagi dengan adanya live streaming,” pungkasnya. [Don]








