Diwawancara melalui telepon, pengamat hubungan internasional di Universitas Islam Indonesia Hasbi Aswar mengatakan ketidakmampuan negara-negara lain dan badan internasional setingkat PBB untuk menekan Israel membuat negara itu seakan memiliki impunitas hukum dan terus melancarkan perang terhadap Palestina, apapun alasannya.
Menurut Hasbi, yang justu efektif menekan Israel adalah serangan di jalur pelayanan yang menuju ke Israel sebagaimana dilakukan kelompok Houthi di Yaman, dan demonstrasi mahasiswa di kampus-kampus terkemuka Amerika Serikat.
Melihat situasi saat ini Hasbi semakin pesimis dengan solusi dua negara yang selama ini digadang-gadang untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
“Sedemikian rupa Gaza dikontrol dari darat, laut, dan udara tapi tetap bisa membuat kekuatan militer Hamas menghantam Israel; apalagi jika diberikan kemerdekaan. (Solusi dua negara) itu berat (diwujudkan), hampir mustahil. Kecuali Israel dapat jaminan bahwa yang memimpin Palestina itu yang bukan anti-Israel dan anti-Amerika,” tuturnya.
Sedikitnya 34.943 Warga Palestina Tewas
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola Hamas, mengatakan hingga Jumat (10/5) sedikitnya 34.943 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan darat dan udara Israel ke Gaza. Sebagian besar korban tewas itu adalah perempuan dan anak-anak.
Serangan Israel ini merupakan pembalasan terhadap serangan Hamas ke bagian selatan Israel yang menewaskan 1.200 orang. Hamas juga menculik sekitar 250 orang, yang sebagian besar telah dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata pertama November lalu. [Red]#VOA









