Kehadiran IStRI dimulai rasa empati dan kepedulian terhadap ribuan penyintas stroke di Indonesia. Nyaris tidak ada pasien stroke, keluar dari rumah sakit, dan … sembuh. Butuh waktu berbulan bulan, tahun, belasan atau puluhan tahun untuk pemulihan. Dan bahkan banyak yang tidak pernah pulih lagi seumur hidupnya. Hal inilah menjadi pemicu dr. Aditya Tri Hernowo, Ph.D., dokter sekaligus peneliti di Institut Molekul Indonesia (IMI) menginisiasi pembentukan divisi ‘IStRI’.
Yang membuat divisi ini beda adalah pendekatan terapinya yang mengintensifkan penggunaan nanobubble. Teknologi nanobubble relatif baru. Nanobubble adalah gelembung gas yang dibuat menjadi berukuran Nano, sangat kecil, yang mampu membawa oksigen dan molekul penting langsung ke jaringan tubuh yang sedang terhambat lalu lintasnya. Efeknya, lebih cepat memperbaiki aliran darah dan membantu regenerasi jaringan otak yang rusak akibat stroke.
Tujuan utama dibentuknya IStRI adalah mendaya-gunakan terapi nanobubble untuk membantu penyintas stroke pulih lebih baik dan cepat. Kedepannya, terapi ini bisa diterapkan secara luas di Indonesia. Bukan hanya di rumah sakit besar, tapi juga di komunitas dan fasilitas kesehatan yang lebih dekat ke masyarakat sampai pelosok Negeri yang terpencil. Dan agar program berkelanjutan, IStRI menggandeng institusi medis dan akademik. Dalam jangka panjang dr. Adit berharap terapi ini bisa diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan Nasional dan ditanggung asuransi/JKN/BPJS.








