Namun, pasar keuangan khawatir tentang biaya program tersebut, yang menjadi inti kampanye pemilihan Prabowo. Mereka memperingatkan bahwa utang tambahan untuk mendanainya bisa merusak reputasi Indonesia yang baru-baru ini berhasil membangun citra kehati-hatian fiskal.
Hashim menyatakan bahwa anggaran tambahan tersebut akan diperoleh dari pemotongan belanja yang telah diperintahkan Prabowo kepada pemerintahnya pada awal bulan ini.
Kementerian Keuangan menyatakan bahwa pemotongan anggaran belanja akan mencapai Rp306,7 triliun, yang setara dengan sekitar 8 persen dari total anggaran belanja yang disetujui tahun ini, yaitu Rp3.621,3 triliun.
Hashim menjelaskan bahwa program unggulan Prabowo lainnya, yaitu pembangunan 3 juta rumah murah per tahun, dapat didanai oleh investor melalui penerbitan obligasi perumahan, serta melibatkan bank-bank milik negara untuk menyediakan kredit kepemilikan rumah dengan tenor hingga 30 tahun. [Red]#VOA








