Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Harjasda dapat dijadikan momentum untuk ngaji diri, yakni refleksi bersama agar Sidoarjo menjadi rumah yang nyaman bagi semua kalangan. Filosofi kebersamaan yang selalu dibawa Gus Iqdam disebut sejalan dengan semangat merangkul keberagaman masyarakat Sidoarjo.
Hudori memohon doa agar para pemimpin daerah diberi kekuatan, kesabaran, dan kejujuran dalam melayani masyarakat. Harapannya, Sidoarjo senantiasa menjadi daerah yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur – negeri yang baik, subur, makmur, dengan masyarakat beriman dan diridhoi Allah SWT.








