Dalam suasana penuh penghormatan, Kapolres Tuban bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Menteri Sosial RI. Ia menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari nilai-nilai luhur para pahlawan: kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.
“Kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan. Para pahlawan sabar menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun kebersamaan di tengah keterbatasan,” ujar AKBP William.
Kapolres Tuban menggarisbawahi tiga teladan utama dari para pahlawan bangsa:
- Kesabaran dalam perjuangan, termasuk menghadapi perbedaan pandangan.
- Pengabdian tanpa pamrih, di mana para pahlawan tidak berebut jabatan, melainkan kembali ke rakyat untuk membangun.
- Pandangan jauh ke depan, menjadikan perjuangan sebagai ibadah demi generasi mendatang.
Usai upacara, Bupati Tuban bersama Forkopimda melakukan tabur bunga di makam para pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan doa. Dalam keterangannya, Bupati Aditya Halindra Faridzky menyampaikan bahwa Hari Pahlawan adalah momentum reflektif untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan modern.
“Perjuangan hari ini bukan melawan penjajah, tetapi melawan kebodohan, kemalasan, dan sikap acuh terhadap lingkungan. Kepahlawanan kini bisa diwujudkan melalui kerja nyata, inovasi, dan pengabdian,” tegas Mas Lindra.
Sebagai rangkaian peringatan Hari Pahlawan dan Hari Jadi Tuban ke-732, Bupati dan rombongan juga melakukan ziarah ke makam leluhur. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan warisan budaya lokal yang turut membentuk identitas Kabupaten Tuban.








