Hari Amal Bhakti Ke-79, Kemenag Ngawi : Momentum Kerukunan Antar Umat Beragama

  • Whatsapp

“Bahwa agama itu moderat, agama itu berada ditengah-tengah, agama itu anti kekerasan, agama itu mengajarkan tentang kesetaraan, serta agama itu mengapresiasi dan mengakomodir kearifan lokal,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama sangat mengapresiasi kerukunan umat beragama di Kabupaten Ngawi yang sangat bagus dan sudah mendarah daging di kalangan masyarakat.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Salah satu contohnya, ungkap Moh. Ersat adalah kerukunan umat beragama yang telah berlangsung di kalangan masyarakat Kecamatan Paron. Ketika hari raya Idul Fitri, warga non muslim turut membantu menyiapkan tempat ibadah sholat Idul Fitri dan bersilaturahmi ke rumah warga muslim. Begitu sebaliknya jika perayaan natal, warga muslim banyak yang membantu menyiapkan pelaksanaan ibadah dan turut melaksanakan pengamanan.

“Pernah saya tanya warga setempat, tradisi itu sudah lama dan tidak sekedar dibuat-buat. Bahkan warga kristiani mengundang warga muslim untuk makan bersama dengan suguhan makan dan minuman halal,” terangnya lebih lanjut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *