Ia pun menghimbau untuk pendampingan dari Pemerintah melalui bantuan kredit pemodalan, pelatihan-pelatihan serta bantuan dalam proses pemasaran lebih di giatkan lagi, karena jika masih banyak masyarakat yang masih belum mengenal serta belum faham akan program ini maka jumlah UMKM naik kelas tidak akan bertambah dengan signifikan. Dan harapan kedepan agar desa atau kecamatan bisa memiliki satu produk unggulan yang bisa dipasarkan di tempat khusus yang disediakan untuk memasarkan produk UMKM Sidoarjo agar lebih bisa di kenal.
“Kepada UMKM yang sudah naik kelas ayo bekerja bersama-sama untuk Sidoarjo lebih baik lagi, kita bantu tingkatkan ketrampilan untuk membuat produk-produk unggulan yang di miliki UMKM Sidoarjo untuk bisa dipasarkan agar lebih dikenal, serta dengan tersedianya tempat pemasaran khusus produk UMKM di masing-masing kecamatan maka produk UMKM akan semakin dikenal baik dari dalam maupun dari luar daerah,”ucapnya
Sementara itu Kadis Koperasi dan UMKM Sidoarjo, Edi Kurniadi, menyampaikan pemerintah mempunyai program 20.000 UMKM Naik kelas serta 2.000 Renovasi Warung Rakyat, dengan capaian untuk UMKM Naik kelas berupa program pendampingan meliputi peningkatan kapasitas usaha, digital marketing, legalitas, inkubasi, kurasi produk, hingga fasilitasi permodalan dengan jumlah peserta pada Tahun 2022 ada 185 peserta, Tahun 2023 ada 1.988 peserta, pada Tahun 2024 ada 2.033 peserta sedangkan di Tahun 2025 ada 4.250 peserta








