Gus Yasin Sambut Komunitas Blok GM: Nostalgia Era 90-an Jadi Ruang Kreatif Anak Muda Semarang

  • Whatsapp

Koordinator Blok GM, Item Gede Sudiarta, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berlangsung sejak 2023 dan rutin diikuti oleh sekitar 500 orang. Selain menjadi ruang nostalgia, kegiatan tersebut juga mendorong geliat ekonomi lokal melalui kehadiran pelaku UMKM dan warung kopi di lokasi.

“Kami memilih Jalan Gajah Mada karena masih banyak bangunan era 80-90-an. Suasananya mendukung untuk mengenang masa lalu sekaligus menjadi ruang ekspresi generasi muda dan tua,” ujar Item.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Fenomena “syndrome balik era 90-an” menurutnya bukan sekadar tren, melainkan bentuk pencarian identitas dan kehangatan masa silam yang kini digemari lintas generasi, termasuk Gen Z.

Dalam pertemuan tersebut, komunitas Blok GM menyampaikan harapan agar Gus Yasin bersedia menjadi sahabat sekaligus pembina komunitas, guna menjaga keberlanjutan kegiatan dan nilai-nilai yang diusung.

“Kami ingin Pak Wagub menjadi sesepuh kami, agar Blok GM tetap lestari dan menjadi ruang aman untuk bernostalgia serta berkarya,” ungkap Item.

Menanggapi hal itu, Gus Yasin menyampaikan apresiasi atas inisiatif komunitas yang mampu menghidupkan sisi humanis kota Semarang. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap ketertiban kota dan pertumbuhan ekonomi rakyat.

“Ini luar biasa. Anak-anak muda berkumpul untuk hal positif, menjaga suasana kota tetap kondusif, sekaligus mendukung UMKM. Saya siap bergabung kalau waktunya memungkinkan,” kata Gus Yasin.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub juga sempat menjajal motor modifikasi bergaya 90-an milik anggota komunitas. Kendaraan unik itu menjadi simbol semangat kreatif dan kecintaan terhadap warisan otomotif klasik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *