Peningkatan status tersebut dilakukan setelah gunungapi berjenis stratovolcano itu kembali meletus dan mengeluarkan kolom erupsi, disertai suara gemuruh dan gempa yang dirasakan secara terus menerus.
Peningkatan status Gunungapi Ruang, menurut PVMBG, juga didasari hasil evaluasi pengamatan secara instrumental. Jumlah kejadian gempa vulkanik dalam (VTA) dan dangkal (VTB) meningkat secara signifikan pada 29 April 2024 yang disertai visual embusan asap kawah. Hingga saat ini hasil pengamatan masih menunjukkan terjadinya proses peretakan batuan disertai migrasi magma dari reservoir magma dalam ke permukaan.









