“Jika ada penumpukan material sisa letusan harus segera dibersihkan karena berbahaya. Jika terjadi hujan lebat bisa terjadi banjir bandang, menimbulkan kerusakan dan banyak korban jiwa,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam pernyataan pada Jumat (31/5).
Gunung Ibu berada pada tingkat siaga tertinggi PVMBG sejak 16 Mei. Aktivitas terbaru gunung itu terjadi setelah serangkaian letusan gunung berapi lainnya di Tanah Air, yang terletak di “Cincin Api” Pasifik dan memiliki 127 gunung berapi aktif.
Banjir bandang dan aliran lahar dingin dari Gunung Marapi, salah satu gunung berapi paling aktif di Sumatra Barat, melanda beberapa kabupaten terdekat setelah hujan lebat pada 11 Mei. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 67 orang dan 20 orang lainnya masih hilang. [Red]#VOA








