PROBOLINGGO – DN | Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memulai operasional Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA di Rusun Sederhana Kota Probolinggo, Senin (14/7). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung meninjau pelaksanaan hari pertama bersama Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, serta Kepala Dinas Sosial Jatim, Dra. Restu Novi Widiani.
Di lokasi, Gubernur Khofifah menyapa lebih dari 100 siswa dari keluarga prasejahtera yang telah memulai masa belajar di lembaga pendidikan alternatif ini. Sekolah Rakyat digagas sebagai wujud kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berkualitas.
“Ini bukan sekadar masuk sekolah, tapi awal dari perubahan nasib generasi yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal,” ujar Khofifah.
Selain menyapa siswa, guru, dan orang tua, Gubernur juga meninjau fasilitas pendukung yang tersedia, termasuk ruang belajar, dapur, dan layanan kesehatan.
Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa sebanyak 12 Sekolah Rakyat resmi memulai operasional tahun ajaran baru. Sebanyak 1.183 siswa dari berbagai jenjang mengikuti kegiatan perdana yang mencakup pemeriksaan kesehatan, pengenalan lingkungan sekolah, serta pembekalan nilai-nilai kebangsaan.








