Hanif Faisol menegaskan, penilaian dilakukan secara menyeluruh. “Kami tidak hanya melihat tampilan kota di depan, tetapi juga kondisi di belakang, seperti dapur, sungai, dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Tahun 2025 terdapat sejumlah perubahan indikator penilaian. Salah satunya, anggaran pengelolaan sampah minimal tiga persen dari total APBD menjadi komponen penting. Selain itu, efektivitas penyuluh persampahan serta capaian pengurangan dan penanganan sampah juga menjadi perhatian utama.
Penghargaan ini juga dikaitkan dengan program kebersihan nasional, termasuk Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.








