Giyarto, pembeli asal Sidoarjo, menuturkan bahwa dirinya sangat teliti dalam memilih sapi.
“Kami ingin kurban berjalan sempurna, jadi kesehatan sapi harus terjamin. Surat keterangan kesehatan hewan menjadi syarat utama,” katanya.
Ramainya pasar hewan tidak hanya menguntungkan pedagang sapi. Jasa transportasi, penjual pakan dadakan, hingga pedagang kuliner di sekitar pasar turut merasakan berkah ekonomi. Probolinggo kembali menunjukkan perannya sebagai lumbung ternak Jawa Timur, sekaligus pemasok utama kebutuhan kurban di momen sakral Idul Adha.
Dengan stok melimpah dan kondisi pasar yang kondusif, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan penuh khidmat. [SWD]








