“Kami telah melakukan langkah preemtif dan preventif, termasuk antisipasi kecelakaan yang melibatkan angkutan umum,” tambah Kombes Komarudin.
Polda Jatim juga melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) dan memberikan imbauan kepada pengusaha bus serta truk.
Selain itu, pembatasan kendaraan dengan sumbu tiga ke atas, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) menteri, telah diberlakukan.
“Kecelakaan di jalur wisata pegunungan menjadi salah satu perhatian utama kami,” jelas Kombes Komarudin.
Untuk meminimalisir kecelakaan tersebut, Polda Jatim juga bekerja sama dengan masyarakat setempat dengam upaya meminimalkan risiko laka.
Beberapa titik rawan telah dipantau, dan sarana keselamatan seperti petunjuk arah, ban, serta karung pengaman dipasang di jalur-jalur ekstrem menuju tempat wisata.
“Kami juga menyediakan informasi cuaca 24 jam yang dapat diakses masyarakat. Prediksi dari BMKG akan terus diperbarui agar masyarakat bisa memilih jalur yang aman,” kata Kombes Komarudin.
Dirlantas Polda Jatim ini juga menyampaikan ada beberapa aspek yang menjadikan perhatikan pada operasi Lilin Semeru 2024 ini.
Disebutkan oleh Kombes Komarudin, ada beberapa titik di Jawa Timur yang rawan kemacetan, ada titik rawan kecelakaan dan ada titik rawan bencana.
“Ini telah kita petakan, ada beberapa spot. Treatmentnya juga berbeda, untuk titik-titik yang rawan terhadap bencana, kita telah tempatkan personel-personel dari Dinas PU termasuk juga dari BASARNAS, dan personel lainnya, termasuk sarana dan prasarana,” jelas Kombes Komarudin.








