Untuk mendukung kelancaran, Korlantas memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas secara real time menggunakan drone, kamera, dan body camera. Rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional berdasarkan data traffic counting. Misalnya, jika volume kendaraan di tol mencapai 5.500 per jam, maka contraflow satu lajur diberlakukan. Jika meningkat hingga 6.500, contraflow diperluas menjadi dua lajur. Bila kepadatan berlanjut, sistem one way dari KM 70 hingga KM 236 menuju Jawa Tengah akan diterapkan.
Pengaturan serupa juga disiapkan di jalur wisata dan arteri, seperti Gadog–Puncak, Bocimi, Malang Raya, hingga simpul arus kendaraan di Mengkreng, Jawa Timur. “Semua skenario sudah diuji melalui survei lapangan dan tactical floor game,” jelas Agus.








