“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh sekolah. Kompetisi tahun ini luar biasa, persaingannya sangat ketat. Banyak pendatang baru yang mampu tampil sebagai juara. Ini menunjukkan semangat sekolah-sekolah untuk terus berinovasi dalam menyelenggarakan pelepasan siswa yang sederhana tetapi memiliki makna yang besar,” ujarnya.
Muhsin menjelaskan, Festival Pelepasan Siswa Berbudaya tidak hanya bertujuan mengubah budaya perpisahan agar lebih sederhana, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial. Jika tahun sebelumnya fokus pada kesederhanaan, tahun ini kegiatan pelepasan diarahkan agar disertai aksi berbagi kepada anak-anak yang membutuhkan.
“Tahun lalu kita baru mengawali bagaimana pelepasan siswa dilakukan secara sederhana. Tahun ini kita tingkatkan lagi dengan mengajak sekolah berbagi kepada anak-anak yang rentan putus sekolah maupun yang mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikan. Jadi makna pelepasan bukan sekadar seremoni, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi sesama,” jelasnya.
Menurut Muhsin, gerakan tersebut mulai memberikan dampak nyata terhadap upaya menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kediri.








