Camat Glagah, Sutikno, menyatakan persoalan ini sedang dibahas bersama para kepala desa. “Keluhan masyarakat akan kami sampaikan dalam rapat koordinasi dengan BPBD dan dinas terkait,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan, Saikhu, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah menyiapkan langkah teknis. “Kami sudah mengoperasikan empat unit perahu pencacah enceng gondok, dua dari provinsi dan dua dari PU SDA Lamongan. Selain itu, kami menunggu perbaikan alat berat dan pembukaan tiga pintu air (Sluis Kuro, Sluis Kalicorong, dan Sluis Wangen) agar debit air lebih besar dan bisa mengalir ke laut,” jelasnya.








