Elon Musk Umbar Janji Investasi Jangka Panjang ke Jokowi

  • Whatsapp
Presiden Jokowi Berjabat tangan dengan Elon Musk di sela-sela acara World Water Forum (WWF) di Bali, Senin (20/5) (biro Setpres)

“Buat Indonesia ini semakin menumbuhkan rasa percaya diri bahwa perbaikan yang kita lakukan selama ini di Indonesia sudah pelan-pelan ada hasilnya. Makin banyak investor percaya untuk mau investasi di Indonesia, dan kita memang butuh foreign direct investment dan itu kita harap multiplier effect-nya juga makin besar ke Indonesia,” ungkap David.

Ia berharap dalam beberapa waktu kedepan, investor asing tidak lagi memandang Indonesia hanya sebagai pasar semata, melainkan sebagai pusat bisnis dan investasi, dan Indonesia kelak bisa menjadi bagian dari rantai pasokan global.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Elon mengumbar janji kepada Jokowi bahwa perusahaannya akan berinvestasi jangka panjang di Indonesia. (biro Setpres)
Elon mengumbar janji kepada Jokowi bahwa perusahaannya akan berinvestasi jangka panjang di Indonesia. (biro Setpres)

Meski sudah ada beberapa perbaikan baik dari sisi aturan atau regulasi maupun sarana infrastruktur, menurutnya, masih ada yang mengganjal para investor kakap ini untuk menanamkan modalnya di Indonesia, yakni ketersediaan tenaga kerja yang handal. Hal inilah yang menurut David Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara tetangga lain seperti China, Vietnam, dan India.

“Kelihatannya mereka belum yakin betul dari sisi ketersediaan human skillfull resources-nya. Itu kenapa Apple bikin akademi di Indonesia. Paling penting itu sebenarnya untuk apapun yang mau investasi di Indonesia, ketersediaan tenaga kerjanya harus yang skillfull dan harus tersedia banyak, kalau nggak sulit bagi mereka untuk mengembangkan bisnis mereka di sini, apapun sektornya,” jelasnya.

Menurutnya, semua pihak harus bekerja keras untuk menyelesaikan hal ini, karena menurutnya, berbagai jenis perbaikan seperti reformasi birokrasi dan pembangunan infrastruktur besar-besaran yang ada akan percuma, apabila tidak dibarengi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di dalam negeri. [Red]#VOA