Beberapa komoditas yang diperdagangkan dalam misi dagang kali ini antara lain batu bara, produk makanan dan minuman, produk fashion, telur konsumsi, hasil ternak, serta bahan baku industri. Selain itu, sektor investasi juga menyasar industri crude palm oil (CPO) dan wood pallet, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Khofifah menyebut bahwa hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur sangat strategis, mengingat nilai perdagangan antara kedua provinsi pada 2023 tercatat mencapai Rp23,25 triliun. Ia pun menegaskan kesiapan Jawa Timur sebagai gerbang utama perdagangan nasional dalam mendukung keberlanjutan ekonomi Nusantara.
“Jika Kalimantan Timur adalah ibu kota Nusantara, maka Jawa Timur siap menjadi gerbangnya,” kata Khofifah.








