“AI adalah teknologi yang memberikan manfaat luar biasa jika digunakan dengan tepat. Namun, tanpa pemahaman yang benar, ada risiko penyalahgunaan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kami mengajak para siswa untuk tetap kritis menyaring informasi, jujur, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan AI,” tegas Kompol Budi Cahyono di hadapan ratusan siswa.
Dalam sesi pemaparan, jajaran Polres Ngawi menekankan pentingnya menjaga integritas akademis serta kewaspadaan terhadap risiko kejahatan siber yang memanfaatkan kecerdasan buatan, seperti penyebaran informasi bohong (hoax) hingga manipulasi data digital.
Inisiatif kepolisian ini disambut antusias oleh warga sekolah. Rina Setiawati, salah seorang siswi kelas XI SMKN 1 Pitu, mengaku mendapatkan sudut pandang baru mengenai pemanfaatan teknologi untuk aktivitas belajar sehari-hari.








