Distribusi LPG Subsidi Tuban Kacau, Harga Melonjak hingga Rp35 Ribu!

  • Whatsapp

TUBAN | DN — Polemik distribusi LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kembali mencuat. Sejumlah temuan di lapangan mengindikasikan adanya praktik yang tidak sesuai aturan, mulai dari harga jual yang melampaui ketentuan hingga dugaan lemahnya transparansi dalam rantai distribusi.

Sorotan publik tertuju pada salah satu agen besar, PT Barokah Unggul Abadi, yang beroperasi di Desa Jegulo, Kecamatan Soko. Agen ini disebut mengelola sekitar 80 pangkalan, sehingga memiliki pengaruh signifikan terhadap pasokan LPG subsidi di wilayah tersebut. Namun, di balik jaringan distribusi yang luas, muncul dugaan adanya ketidaksesuaian praktik di lapangan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Beberapa pengelola pangkalan mengaku harus menebus LPG dengan harga Rp16.500 per tabung, lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp16.000. Selisih harga yang tampak kecil itu menjadi besar jika dikalikan dengan jumlah distribusi harian. Lebih jauh, sejumlah pangkalan juga mengaku tidak menerima nota resmi saat mengambil barang. “Kami ambil tanpa nota. Kalau ada pemeriksaan, tidak ada bukti,” ungkap salah satu pengelola pangkalan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *