“Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan, etos kerja, serta penguatan karakter melalui penerapan budaya kerja Jepang yang dikenal sangat disiplin dan keras,” tambahnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari pembelajaran bahasa Jepang dasar, budaya kerja, hingga pendalaman bahasa dan pemahaman kultur (culture understanding). Seluruh tahapan tersebut ditutup dengan evaluasi serta pemeriksaan kesehatan dan kesiapan fisik.
Dari total 104 peserta awal, saat ini tersisa 96 peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan. Sebanyak 41 peserta di antaranya telah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan di Jepang, sementara sisanya masih dalam proses penempatan.
“Kami berharap seluruh peserta siap secara bahasa, mental, dan budaya ketika nanti ditempatkan di Jepang. Ini adalah bekal penting untuk masa depan mereka,” jelas Ibnu.








