Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, Suwandi mengungkapkan Kabupaten Tuban menjadi sentra jagung, baik di Jawa Timur dan Nasional. Kabupaten Tuban memiliki keistimewaan, yaitu meskipun ditanam di lahan yang mengandalkan tadah hujan, produktivitas jagung di Kabupaten Tuban mencapai 7 ton per hektare.
Suwandi menjelaskan produktivitas jagung pada rentang waktu Januari-April 2024 mencapai 5,2 juta ton. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya pada periode sama yang masih di bawah 5 juta ton. Karenanya, produktivitas jagung harus dapat diserap untuk menjaga ketersediaan jagung dan menjaga stabilitas harga, terutama saat panen.
“Bulog diinstruksikan agar dapat menyerap 500 ribu ton jagung,” ungkapnya.
Selain diserap Bulog, hasil pertanian jagung diserap pengusaha untuk pakan ternak. Diperkirakan total jagung yang diserap kurang lebih 4 juta ton. Sehingga, secara nasional produktivitas jagung surplus hingga 1,2 ton pada Maret-April ini.








