Diduga kerjasama Kades dan Oknum BPN, warga Kanigoro gagal punya sertifkat

  • Whatsapp

Dari keterangan Santoso Tim Media bersama LSM Cakra Baskara Nusantara merasa ada yang aneh, dimana sertifikat hasil PTSL oleh BPN tidak diserahkan kepada masyarakat secara langsung akan tetapi justru diambil oleh kades. Berdasarkan aturan yang ada seharusnya BPN turun langsung menyerahkan kepada penerima dan didokumentasikan sebagai pertanggung jawaban PTSL telah selesai. Diduga oknum BPN dan kades ini bekerjasama untuk suatu kepentingan, ditambah lagi justru penerima sertifikat tidak mengetahui bahwa sertifikat sudah jadi, terus siapa yang bertanda tangan menerima dan menyerahkan sertifikat. Diduga oknum BPN yang mengeluarkan sertifikat pemohon ini tidak bertanggung jawab hingga menyebabkan pemohon dirugikan.

Selanjutnya, Tim Media dan LSM Cakra mendatangi rumah Putut selaku ketua panitia PTSL Desa Kanigoro tahun 2017. Dari keterangan yang didapat dari Putut, Pak Santoso pada saat PTSL Tahun 2017 memang selaku pemohon yang ikut mendaftar, setelah sertifikat jadi Santoso tidak tercatat dalam Berita Acara Serah Terima Sertifikat yang biasanya diberikan langsung BPN kepada warga masyarakat, karena sertifikatnya sudah diberikan BPN kepada Kades Kanigoro.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Tahun 2017, Pak Santoso memang terdaftar sebagai pemohon PTSL, berkasnya sudah masuk di BPN Kabupaten Kediri. Sedangkan proses serah terima sertifikat kepada masyarakat, sesuai data dan arahan dari BPN yang kami undang, akan tetapi saat serah terima sertifikat Pak Santoso tidak kami undang karena sertifikatnya sudah diambil kades di BPN.” Jelas Putut

“Setahu saya sertifikat Pak Santoso ada tumpang tindih sertifikat, tetapi kronologi dan penyelesaiannya seperti apa saya kurang paham, karena kami di panitia hanya membantu pemohon untuk bisa pendaftaran secara kolektif. Untuk berkas dan dokumen pendukung ada timnya sendiri, yaitu panitia Yuridis dan panitia Ajudikasi. Saya tahu sertifikat atas nama Pak Santoso sudah jadi dan diambil pak Kades itu dulu dari Pak Warto selaku ketua tim dari BPN. Yang menyerahkan juga Pak Warto. Waktu penyerahan sertifikat di Kanigoro Pak Warto menyampaikan bahwa sertifikat sudah jadi dan sudah diambil pak kades, kurang lebih ada 8 sertifikat, salah satunya punya Pak Santoso.” Tambahnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *