Deputi BGN Evaluasi Program MBG di Lamongan, Terkait Beberapa kasus Dugaan Keracunan

  • Whatsapp

Menindaklanjuti evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melaksanakan peningkatan standar melalui sertifikasi keamanan pangan dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diuji bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Langkah ini bertujuan memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat benar-benar memenuhi standar gizi dan kelayakan konsumsi. Program MBG sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki asupan gizi, menekan angka gizi buruk dan stunting, serta mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pada program MBG. Semua masukan akan kami tampung dan menjadi perbaikan dalam pelaksanaan berikutnya,” ujar Yuhronur Efendi
Dalam mendukung standar gizi, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lamongan diwajibkan melaporkan daftar menu dan kandungan gizi setiap minggu. Selain menjaga kualitas, pelaporan ini juga menjadi alat kontrol bagi BGN untuk memastikan program berjalan transparan dan akuntabel.
Selain berdampak pada kesehatan, program Makan Bergizi Gratis juga memiliki multiplier effect terhadap perekonomian lokal. Pemkab Lamongan berencana mensinergikan seluruh SPPG dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) untuk pemenuhan bahan pangan, serta mendorong penggunaan minimal sepertiga bahan baku dari produk lokal Lamongan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *