“Ini sudah mengarah ke aksi premanisme. Mereka menyerang petugas dengan alat berbahaya, dalam kondisi mabuk, dan menimbulkan ancaman bagi keamanan,” tegas AKBP Bimo.
Demi menghindari kerusuhan lebih luas, aparat terpaksa melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Setelah situasi kondusif, para pemuda tersebut diamankan dan dibawa ke Mapolres Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebagian besar dari mereka ternyata hanya ikut-ikutan, tidak benar-benar bagian dari komunitas suporter resmi, dan bahkan beberapa diantaranya masih berstatus pelajar serta di bawah umur.







