Dikenal sebagai tokoh karismatik yang mempopulerkan agama Buddha ke dunia internasional, Dalai Lama, meraih Hadiah Nobel Perdamaian pada 1989 atas perannya dalam mempertahankan perjuangan Tibet dari pengasingan. Pada 1959, dia melarikan diri ke India setelah China mengirim pasukan ke wilayah Himalaya pada 1950, mengklaim mereka sedang membebaskan “budak” Tibet.
Seiring dengan bertambahnya usia Dalai Lama dan sejumlah masalah kesehatan yang dialaminya, penunjukan penggantinya telah menjadi isu besar bagi warga Tibet yang berjuang untuk mendapatkan otonomi lebih besar di bawah pemerintahan China atau bahkan kemerdekaan penuh. Umat Buddha Tibet meyakini bahwa para biarawan terpelajar akan bereinkarnasi sebagai bayi yang baru lahir setelah mereka meninggal.
Dalai Lama mengatakan dia akan mengklarifikasi pertanyaan tentang suksesi, termasuk apakah dan di mana dia akan bereinkarnasi, pada ulang tahunnya yang ke-90.








