Pemerintah daerah menargetkan empat pilar utama dalam kerjasama ini yaitu pengentasan kemiskinan, konservasi lingkungan, peningkatan IPM, serta rehabilitasi lantai rumah sehat.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan mengingatkan bahwa beban pembangunan tidak bisa dipikul sendiri oleh pemerintah.
”Perlu adanya percepatan pengentasan kemiskinan. Dukungan dari berbagai pihak, terutama perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Pengembangan Masyarakat (PPM) di sektor migas, menjadi kunci keberhasilan target kita,” tegasnya.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bagi masyarakat Bojonegoro bahwa integrasi antara kebijakan pemerintah dan sumber daya perusahaan mulai bergerak satu arah demi kesejahteraan yang lebih merata di tahun 2026. [**]







