“Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah, khususnya yang berkategori risti, tetap dalam kondisi aman,” tambah Ghofur.
Terkait kemungkinan adanya penolakan dari otoritas Arab Saudi terhadap jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu, Ghofur menyatakan optimistis hal itu tidak terjadi. Pemeriksaan kesehatan di Arab Saudi disebut dilakukan secara sampling, bukan menyeluruh.
“Semoga saja jemaah yang menggunakan kursi roda nanti baik-baik saja dan bisa menjalankan ibadah dengan lancar,” tutupnya. [J2]







