NGAWI | DN – Perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir mendorong peningkatan kewaspadaan terhadap potensi merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Menyikapi kondisi tersebut, Polres Ngawi mengambil langkah preventif dengan melaksanakan kegiatan fogging di lingkungan Mapolres Ngawi dan sekitarnya.
Kegiatan pengasapan dilakukan oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Ngawi sebagai upaya menekan populasi nyamuk Aedes aegypti, yang dikenal sebagai vektor utama penularan penyakit DBD. Pelaksanaan fogging dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes Polres Ngawi, Ipda Joko, bersama personel Sidokkes.
Tidak hanya fokus pada pengasapan, petugas juga menyampaikan edukasi kesehatan kepada anggota kepolisian dan warga sekitar. Imbauan tersebut menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menguras dan menutup tempat penampungan air, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kasi Dokkes menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian institusi kepolisian terhadap kesehatan personel dan masyarakat.
“Cuaca yang berubah-ubah dapat meningkatkan risiko penyebaran demam berdarah. Fogging ini menjadi salah satu langkah awal untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk,” ujar Ipda Joko, Kamis (14/5/2026).
Ia menegaskan bahwa fogging bukan satu-satunya solusi dalam pencegahan DBD. Kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi faktor utama agar potensi munculnya kasus demam berdarah dapat ditekan.
Melalui kegiatan ini, Polres Ngawi berharap lingkungan kerja kepolisian serta masyarakat sekitar wilayah Ngawi tetap terjaga kesehatannya dan terbebas dari ancaman penyakit berbasis lingkungan. [Don]








