TUBAN | DN — Peringatan Hari Buruh Sedunia (Mayday) 2026 di Kabupaten Tuban berlangsung aman dan kondusif. Ratusan buruh yang menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jumat (1/5), menyampaikan aspirasi secara tertib sebelum akhirnya melakukan audiensi langsung dengan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky.
Dialog antara perwakilan serikat pekerja dan pemerintah daerah berlangsung terbuka. Sejumlah isu strategis disampaikan, mulai dari optimalisasi rumah singgah, perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan, hingga akses pendidikan bagi anak buruh.
Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tuban, Duraji, menyebutkan bahwa buruh berharap adanya peningkatan layanan sosial yang lebih merata, termasuk bantuan perlengkapan sekolah dan forum komunikasi rutin antara pekerja, pemerintah, serta pihak perusahaan.
Menanggapi hal itu, Bupati Tuban yang akrab disapa Mas Lindra memastikan seluruh aspirasi akan menjadi bahan tindak lanjut pemerintah daerah. Ia menegaskan komitmen Pemkab untuk mengawal setiap usulan agar dapat diakomodasi dalam kebijakan yang tepat sasaran.
Terkait rumah singgah, Bupati menjelaskan program tersebut telah berjalan sejak 2025 dan akan terus ditingkatkan. Selain penguatan fasilitas, pemerintah juga akan memperluas sosialisasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Fasilitas akan terus kami benahi, termasuk dukungan operasionalnya. Sosialisasi juga diperkuat agar pemanfaatannya maksimal,” ujarnya.
Rumah singgah yang dimaksud berlokasi di Kecamatan Gubeng, Surabaya, tidak jauh dari RSUD dr. Soetomo. Saat ini tersedia beberapa kamar untuk pasien dan keluarga, serta direncanakan penambahan kendaraan operasional guna menunjang mobilitas.
Di sektor kesehatan, Pemkab Tuban juga menyoroti masih adanya warga yang belum terdaftar dalam program BPJS Kesehatan. Pemerintah akan memanfaatkan data verifikasi dan validasi terbaru untuk mempercepat pencapaian cakupan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).
“Data yang sudah diverifikasi akan menjadi dasar untuk memastikan seluruh warga mendapatkan jaminan kesehatan,” jelasnya.
Sementara pada bidang pendidikan, Pemkab berkomitmen menindaklanjuti kendala akses afirmasi bagi anak buruh. Program kuota khusus tersebut menjadi bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam sistem penerimaan murid baru.
Selain itu, bantuan perlengkapan sekolah juga disiapkan bagi keluarga kurang mampu. Ribuan paket seragam akan disalurkan berdasarkan hasil pendataan terbaru agar lebih tepat sasaran.
Audiensi tersebut juga menghasilkan kesepakatan pembentukan forum komunikasi rutin yang akan digelar setiap tiga bulan. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog berkelanjutan untuk mencegah potensi persoalan hubungan industrial.
Bupati Tuban turut mengapresiasi sikap buruh yang menyampaikan aspirasi secara damai. Menurutnya, berbagai usulan yang disampaikan tidak hanya berdampak bagi pekerja, tetapi juga masyarakat luas.
“Aspirasi ini membawa manfaat yang lebih besar, tidak hanya untuk buruh, tetapi juga untuk masyarakat Tuban secara keseluruhan,” pungkasnya. [J2]








