Mengusung tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, peringatan tahun ini menjadi refleksi atas semangat kolaborasi lintas generasi dan latar belakang. Pasukan Bhineka Tunggal Ika tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai provinsi, melantangkan ikrar Sumpah Pemuda sebagai simbol keberagaman yang menyatu dalam satu cita: Indonesia.
“Kekuatan bangsa ini terletak pada semangat para pemuda yang mau bergerak, berkolaborasi, dan bersatu. Kita harus menyalakan kembali api persatuan seperti yang dilakukan pemuda 1928,” tegas Mas Lindra dalam amanatnya.
Bupati Tuban menekankan bahwa pemuda adalah penggerak utama kemajuan bangsa. Dalam menghadapi era digital dan menuju visi Indonesia Emas 2045, generasi muda dituntut untuk adaptif, menguasai teknologi, dan mampu menjadikan kemajuan digital sebagai alat untuk berkarya, bukan pemecah belah.
“Teknologi harus jadi sarana untuk memberi manfaat, bukan alat yang merenggangkan persatuan,” ujarnya.
Ia juga mengajak pemuda Tuban untuk berani mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, semangat persatuan masa lalu harus diwujudkan dalam bentuk karya nyata dan inovasi lokal yang berdampak langsung bagi masyarakat.








