Dalam sambutannya, Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pelaku usaha, sektor perbankan, hingga perusahaan swasta—untuk turut serta dalam pembinaan dan pendampingan anak-anak yatim piatu.
“Jangan biarkan mereka kehilangan masa depan hanya karena kehilangan orang tua. Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya bukanlah bentuk pencapaian pribadi, melainkan simbol kerja kolektif berbagai pihak yang peduli terhadap nasib anak-anak yatim.
“Gelar ini saya dedikasikan untuk semua pihak yang telah dan terus berjuang memuliakan anak-anak yatim di Sidoarjo,” ujarnya haru.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, lanjut Subandi, akan terus memperkuat dukungan melalui program beasiswa dan kolaborasi dengan organisasi keagamaan seperti PCNU, MWCNU, dan PRNU.








