Langkah awal penanganan dilakukan dengan memasang pengaman jalan berupa bambu dan gedek. Apabila anggaran belum tersedia, pemerintah akan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) agar pengerjaan dapat segera dilaksanakan. Pemerintah juga akan mengawal proses pengerjaan ini dengan harapan dapat selesai dalam minggu ini sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Pemerintah bergerak cepat agar masyarakat tidak lagi khawatir, mengingat sisi kanan dan kiri jalan ini berbatasan langsung dengan sungai dan sawah. Jika jalan sampai terputus, akan berdampak pada akses masyarakat dan lahan persawahan,” tambahnya.
H. Subandi juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan dalam menghadapi masalah ini dan memastikan tanah yang terkikis segera diperbaiki agar jalan dapat kembali digunakan dengan aman.
Alimudin, salah seorang warga Prambon, mengungkapkan bahwa tanah di lokasi tersebut telah terkikis air sejak tiga bulan lalu, meskipun perlahan. Namun, pada Jumat (17/1), terjadi longsor besar yang hampir memakan separuh badan jalan.








