“UKW adalah tonggak penting dalam mencetak wartawan yang profesional dan menjunjung tinggi etika jurnalistik,” tuturnya.
Lebih jauh, Hartanto Boechori menyebut bahwa PJI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga sebuah gerakan moral yang berkomitmen untuk meningkatkan harkat dan martabat wartawan Indonesia.
Di sisi lain, Ketua DPC PJI Indramayu sekaligus Ketua Panitia, Eka Mardiana, menyampaikan bahwa dari total 18 peserta yang seharusnya mengikuti UKW, dua di antaranya harus menunda pelaksanaan uji kompetensi hingga Juni mendatang karena kendala teknis terkait link media.
Dengan terlaksananya UKW Anggota PJI Angkatan ke-9 ini, diharapkan semakin banyak wartawan yang memiliki kompetensi tinggi, sehingga mampu menghadapi tantangan dunia pers yang semakin berkembang dan dinamis. [J2/Red]








