“Hari ini saya bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan di Pemkab Bojonegoro meresmikan Gedung Pusat Informasi Geologi Geopark di Bojonegoro. Ini adalah bagian dari usaha kita untuk terus meningkatkan kelas dari Geopark yang kita miliki,” terang Adriyanto.
Adriyanto berharap Bojonegoro bisa mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai Global Geopark. “Tujuannya tidak hanya sekedar mendapatkan pengakuan, tetapi juga menjadikan kekayaan alam Bojonegoro sebagai sesuatu yang membanggakan dan menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager Geopark Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur, menjelaskan berbagai informasi edukasi yang akan mengisi Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG). Gedung ini akan menampilkan pameran Geologi berupa koleksi batuan, mineral, dan fosil dari situs geologi dan sejarah Geopark Bojonegoro, serta peta geologi dan informasi tentang struktur geologi wilayah Bojonegoro.
Selain itu, pusat informasi ini juga akan menyediakan informasi mengenai situs Geosite, Biosite, dan Culturesite Geopark Bojonegoro, serta destinasi menarik lainnya seperti Kayangan Api, Wonocolo, Kedung Lantung, Atas Angin, Gunung Pegat, Situs Penemuan Gigi Hiu, Kedung Maor, Watu Gandul, Biosite Agrowisata Blimbing, dan Cultursite Masyarakat Samin.








