“Tipe gempa yang terjadi di Bawean ini merupakan tipe gempa kerak dangkal atau Shallow Crustal Earthquake, sehingga ini masih banyak dipengaruhi oleh batuan-batuan di permukaan yang lebih heterogen, sehingga karakteristiknya brittle (rapuh) ya. Dengan brittle itu terbukti bahwa mampu menghasilkan gempa susulan,” kata Daryono.
Daryono mengatakan bahwa masyarakat yang tinggal di lokasi dekat batas lempeng tektonik, benturan Australia dan Asia, perlu memahami kondisi tempat mereka tingal. Di wilayah-wilah itu, proses tekanan yang terkompresi akan tertransfer ke berbagai tempat sehingga menimbulkan akumulasi pada zona-zona tertentu dan dapat menjadi gempa.
Ia mengingatkan keberadaan sesar-sesar aktif, termasuk yang minor dengan tingkat kegempaan rendah, harus tetap diwaspadai dan diantisipasi karena tetap dapat menimbulkan gempa yang menimbulkan kerusakan.









