LAMONGAN | DN – Luapan Sungai Bengawan Jero kembali menorehkan luka bagi warga Lamongan. Hingga Sabtu (10/01/2026), banjir meluas ke lima kecamatan dan merendam sedikitnya 27 desa. Ribuan rumah dan tambak tenggelam, meninggalkan kerugian besar yang diperkirakan mencapai Rp4 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Lamongan, M. Naim, menyebut sekitar 1.840 rumah warga terendam. Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah menjadi wilayah dengan dampak terparah. “Tambak dan sawah yang tenggelam mencapai 12.000 hektar,” ujarnya saat meninjau Desa Laladan, Kecamatan Deket.
Bagi masyarakat pesisir Bengawan Jero, banjir bukan sekadar bencana musiman, melainkan ancaman terhadap sumber penghidupan. Ribuan hektar tambak yang rusak berarti hilangnya mata pencaharian bagi petani ikan dan udang, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.







