Dampak banjir juga dirasakan pelajar. Akbar, siswa yang setiap hari melewati jalur tersebut, mengaku terganggu saat berangkat sekolah. “Banyak teman yang seragamnya basah karena cipratan kendaraan besar. Kami harus ekstra hati-hati,” ungkapnya.
Jalur Sukodadi–Karanggeneng–Paciran dikenal sebagai akses vital bagi pemudik yang ingin menghindari kepadatan di jalur nasional. Warga berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera melakukan langkah nyata, termasuk perbaikan sistem drainase, agar arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan banjir. [NH]








