Bahan Baku Gabah Menipis, Satgas Pangan Pastikan Kebutuhan Beras Masyarakat Ngawi Tetap Terkendali

  • Whatsapp

NGAWI | DN – Di tengah dinamika pasokan gabah petani yang mulai mengalami penyesuaian pasca-musim panen, Satgas Pangan Polres Ngawi memperketat langkah pengawasan rantai pasok pangan. Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan ketersediaan beras sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat pedagang agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

Pengawasan intensif tersebut menyasar titik-titik krusial distribusi, mulai dari pasar tradisional hingga produsen besar. Tim memantau langsung kondisi di Toko Abadi Makmur di kawasan Pasar Walikukun, Kecamatan Widodaren, serta menyambangi fasilitas produksi PT Surya Pangan Semesta (SPS) Ngawi pada Rabu (16/9/2026).

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, dinamika harga dan stok terpantau masih berada dalam koridor yang aman. Di tingkat pedagang eceran seperti Toko Abadi Makmur, beras premium merek Sego Awi dibanderol seharga Rp14.900 per kilogram dengan ketersediaan stok sekitar 65 kilogram. Sementara itu, komoditas beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp58.000 per kemasan 5 kilogram dengan cadangan stok mencapai 170 kilogram.

Di sisi hulu, pihak produsen PT SPS Ngawi—yang memasok merek premium seperti Lahap dan Sedap Wangi ke berbagai jaringan ritel modern di Jawa Timur—mengonfirmasi adanya penyesuaian volume produksi. Menipisnya ketersediaan gabah kering pasca-panen membuat perusahaan menetapkan batas pembelian gabah pada kisaran Rp8.200 hingga Rp8.300 per kilogram. Kendati demikian, mesin produksi tetap berjalan dengan kapasitas sekitar 100 ton per hari dan langsung didistribusikan secara berkala ke pasaran.

Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Pras Ardinata, S.Tr.K., S.I.K., mewakili Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian bersama instansi terkait bertujuan memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat dari potensi gejolak harga pangan.

“Kami terus melakukan monitoring berkala di tingkat produsen, pasar tradisional, maupun ritel modern untuk memastikan pasokan beras aman dan mencegah praktik penimbunan. Para pedagang juga kami imbau konsisten menjual sesuai ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar AKP Pras.

Secara keseluruhan, hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan beras jenis premium, medium, maupun SPHP di Kabupaten Ngawi masih mencukupi kebutuhan konsumen tanpa adanya lonjakan harga yang berarti.

“Polres Ngawi hadir untuk menjaga stabilitas pangan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkas AKP Pras. [Don]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *