“Saat kami mengira keadaan tidak mungkin menjadi lebih buruk lagi di Gaza, entah bagaimana, yang mengerikan, warga sipil malah terdorong ke dalam lingkaran neraka yang lebih dalam,” tambah Guterres.
Menurut Guterres, 195 anggota staf UNRWA tewas dalam perang tersebut, jumlah kematian staf tertinggi dalam sejarah PBB.
Kongres AS telah menghentikan pendanaan tambahan untuk UNRWA. Sebagai gantinya, pemerintahan Presiden Joe Biden mengalihkan pendanaan untuk warga sipil Palestina ke organisasi lain, meskipun mengakui bahwa UNRWA memiliki keahlian khusus dalam mendistribusikan bantuan. [Red]#VOA








