Atasi Kendala Melon dan Semangka, KKN Unisda Hadirkan Solusi Pertanian di Desa Kedungkumpul

  • Whatsapp

LAMONGAN | DN – Komitmen meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani lokal diwujudkan secara nyata oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan. Berkolaborasi dengan PT Bayer Indonesia, mereka menggelar sarasehan edukatif bertajuk solusi pertanian di Balai Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tersebut disambut hangat oleh jajaran Kelompok Tani (Poktan) Desa Kedungkumpul. Turut hadir memberi dukungan penuh, Kepala Desa Kedungkumpul beserta perangkat desa dan perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Sukorame.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Fokus utama sarasehan ini meliputi pengenalan produk pertanian, ruang diskusi interaktif membedah kendala budidaya, hingga perumusan langkah konkret terkait pemupukan dan perlindungan tanaman secara tepat sasaran.

Perwakilan PT Bayer Indonesia, Syahril, selaku pemateri menekankan pentingnya pendekatan presisi dalam menanggulangi gangguan tanaman. Menurutnya, dinamika serangan hama sangat bergantung pada pola perawatan harian yang diterapkan petani di lapangan.

“Siklus hama dan penyakit tanaman sangat sulit diprediksi karena amat bergantung pada pola perawatan yang dijalankan. Oleh karena itu, penting bagi petani untuk rutin melakukan survei lahan secara langsung,” terang Syahril di hadapan para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Syahril juga memaparkan teknik pengaplikasian produk Ambition dan Previcur secara efektif guna memacu pertumbuhan tanaman sekaligus menekan risiko penyakit pada komoditas hortikultura, khususnya melon dan semangka.

Atas terselenggaranya kegiatan ini, Kepala Desa Kedungkumpul, Angely Emytasari, S.E., menyampaikan apresiasi yang tinggi serta rasa syukur atas inisiatif kolaboratif para mahasiswa KKN Unisda 2026.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi digelarnya sarasehan ini. Kegiatan ini sama sekali bukan untuk menggurui, melainkan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kesejahteraan para petani di desa kami,” tutur Angely.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi sarana efektif dalam menjawab berbagai tantangan di lapangan, sehingga mampu mendongkrak hasil panen dan kualitas kesejahteraan para petani Desa Kedungkumpul ke depannya. [Bed]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *